Sabtu, 29 Oktober 2022
BANGUN JIWA DAN RAGANYA
Jumat, 21 Oktober 2022
Cerita Webinar Semalam
Jumat, 21 Oktober 2022.
Waktu untuk belajar lagi,
Eitsss sebenarnya apa yang kita lakukan setiap hari itu belajar sih, karena in life, we're given a test that teaches us a lesson. Tetapi khusus malam kemarin ini, kami belajar bersama dengan para ahli dibidangnya yang dikemas dalam workshop online bertajuk "Desain Pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna".
Cukup menarik bukan? Dengan tajuk keren tersebut sangat menarik buat saya untuk mengikuti workshop sebagai inspirasi menyelenggarakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Workshop ini dipandu oleh Pak Dimas dan narasumber yang luabiasa yaitu Bu Dayang, guru dengan segudang prestasi.
Banyak hal didapat dari workshop online kali ini, best practice dalam mengajar untuk mewjudkan pembelajaran yang menyenangkan dicontohkan dalam workshop ini. Sangat menginspirasiiii. Ngerapp, sides walk, balon keberuntungan merupakan contoh konkret pembelajaran yang menyenangkan. Yaps cukup menyenangkan, namun kita sebagai guru juga tahu dengan kondisi siswa kita sendiri, jadi hasil workshop kali ini bisa saja diterapkan atau jadi inspirasi yang tetap disesuaikan dengan kondisi yang ada. Cocok gak? cocok gak? terus kita pikirkan, dicoba, masih kurang, coba lagi. Terima kasih bu Dayang yang selalu menginspirasi. Jadi panutan saya bu, guru yang energik, semangat, guru yang menyenangkan. Sehat selalu bu Dayang.
oh ya untuk Pak Dimas as moderator, ada sedikit saran dari saya, mungkin lebih baik menggunakan virtual bg yak. :)
Oh ya jangan lupa senyum dikelas :) dan selalu menjadi pribadi yang menyenangkan untuk siswa 😊
Sabtu, 15 Oktober 2022
Apa aja
Kamis, 06 Oktober 2022
MEMAKAN KORBAN
Kapolda Jatim Bapak Irjen Pol Nico Afinta mengemukakan kronologi kerusuhan yang terjadi dilaga Arema vs Persebaya (Dikutip CNN Indonesia).
-Berawal dari kekecewaan penonton yaitu aremania karena tim kesayangan yang tidak pernah kalah sebelumnya dikandang sendiri tetapi pada tanggal 1 Oktober kenyataan berkata lain. Arema kalah dari Persebaya. Hal itulah yang membuat penonton turun ke lapangan untuk menyambangi pemain Arema dan official kenapa bisa kalah. Petugas berusaha untuk antisipasi sampai mengeluarkan gas air mata karena sudah anarkis, karena sudah menyerang petugas dan merusak mobil. Karena efek dari gas air mata, penonton bergerombol dan bergerak ke titik yang sama sehingga terjadi penumpukkan. Karena penunpukkan itulah yang menyebabkan sesak napas dan juga sampai kematian yang berjumlah ratusan orang yang terdiri dari penonton dan juga aparat kepolisisan.
Channel Garuda pictures juga mengungkapkan kronologi kerusuhan Kanjuruhan dari sumber penonton yang ada saat kejadian:
"Ada beberapa alasan tragedi ; a)supporter arema masuk lapangan dengan merusak pagar, b)polisi kebingungan karena banyaknya orang yang mencoba masuk, c) polisi berniat membubarkan dengan gas air mata. Banyak orang yang beranggapan bahwa gas air matalah yang membuat banyak korban. Sport time ID juga mengungkapkan bahwa adanya pelarangan penggunaan gas air mata dan juga senjata api di dalam stadion (untuk mengondisikan orang) berdasarkan regulasi FIFA. Fakta lain yaitu tidak hanya kerusuhan yang terjadi didalam stadiun, tetapi diluar stadiun juga. Para supporter melempar batu pada mobil polisi yang dinaiki oleh tim lawan yaitu Persebaya. Hal ini lah yang menyebabkan kompetisi liga 1 dihentikan sementara.
____________________________________________________________
Kekalahan dalam pertandingan adalah hal yang ajar bukan? Apakah selamanya kita akan diatas? tanpa jatuh? tentu tidak, kekalahan/kesalahan adalah tahapan pertama untuk instropeksi diri, belajar dari kesalahan, apa yang perlu diperbaiki. Kecewa boleh tapi harus memperhatikan kenyamanan dan ketertiban orang lain. Tertib sangat perlu dibudayakan, supportif juga. itulah pentingnya pendidikan untuk menanamkan karakter baik .
Untuk aparat, apakah langkah yang diambil sesuai dengan prosedur? bukankah pengendalian massa menggunakan gas air mata adalah hal yang bertentangan dengan aturan FIFA? entahlah. Apabila langkah yang diambil salah maka akan merugikan banyak orang bahkan merenggut nyawa orang. NYAWA, bukan hal sepele. Berita akan perlahan tenggelam, tapi hati keluarga yang ditinggalkan akan perih melihat sepakbola. Ratusan orang meninggal, ratusan harapan juga hilang. Semoga yang ditinggalkan juga diberikan ketabahan dan kelapangan dada.
berita dimana-mana, bahkan diluar negeri. Mencoreng sepak bola indonesia. Sanksi juga kan turun. Semoga menjadi pembelajaran semua.
Selasa, 04 Oktober 2022
My opinion
Sumber video:
Ada pertanyaan? Tidakkkk... sering sekali kita dengar bahkan kita sendiri pernah melakukannya. Entahlah perkataan "tidak" itu memang tidak ada yang perlu ditanyakan, tidak tahu apa yang ditanyakan, atau takut bahkan malu untuk bertanya. Yes, it's real.
Dengan kata "tidak", kita mengikuti saja apa yang disampaikan, apa yang yang diperintahkan, apa yang sedang diberitahukan. Ngikut saja.... biarin saja. Dengan hal tersebut memang sangat tak melatih seseorang untuk bagaimana berpikir, bagaimana mencerna informasi, bagaimana menganalisis dan lain sebagainya. Menanggapi hal tersebut, memang diperlukan suatu pembiasaan yang memfasilitasi siswa untuk berpendapat, bertanya, mengkritisi, dan lain sebagainya untuk melatih bagaimana anak tersebut berpikir dan juga melatih berpikir kritis. Diam dikelas, tenang hanya menulis saja, mungkin pandai tapi pandai untuk diri sendiri, bagaimana kebermanfaatan untuk orang lain? Dengan speaking, mengeluarkan pendapat, mengkritisi, dll. Hal itu yang akan langusng memberikan pengaruh dibanding diam, dan hanya menulis tanpa memfollow up apa yang ditulis. Semangat generasi muda bangsa yang akan menentukan masa depan bangsa.
Jumat, 30 September 2022
Analisis soal
Setelah PTS berlangsung ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mutu seperti analisis soal.
Untuk analisis soal kali ini ada beberapa hal yang kita bedah:
1. Analisis tingkat kognitif
2. Analisis tingkat kesukaran soal.
Untuk analisis tingkat kognitif, kami menganalisis berdasarkan apa yang diinginkan soal dengan mempertimbangkan KKO dan juga menelaah maksud dari soal yang diberikan. Tingkat kognitif tersebut kami membagi dalam 6 tingkat, dari mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, evaluasi, dan juga mencipta
Analisis selanjutnya yaitu tingkat kesukaran soal. Untuk menganalisis kesukaran ada beberapa yang harus dilakukan yaitu menentukan banyak siswa yang menjawab betul kemudian menentukan banyak siswa.
TK = B/Js
Dimana TK = indeks kesukaran, B = banyak siswa menjawab benar, dan Js = jumlah keseluruhan siswa
Untuk menentukan kategori mudah, sedang, sukar bisa melihat range dibawah ini:
TK< 0.3 (sukar)
0.3 ≤ TK ≤ 0.7 (sedang)
TK > 0.7 (mudah)
Berikut hasil dari analisis kelas xblue untuk matematika.
Berdasarkan analisis diatas dapat didapat bahwa no 1-5 merupakan soal mudah karena mayoritas siswa mampu mengerjakan dengan skor yang maksimal, bentuk soal 1-5 pilihan ganda, benar salah, dan menjodohkan dan tingkat kognitif dari soal tersebut yaitu C3 yang menerapkan pemahaman untuk menentukan dan menghitung.
Untuk 6-11 menunjukkan soal yang sedang banyak siswa yang bisa menjawab dan tetapi jawabannya belum mencapai skor maksimal, bentuk soal yaitu isian singkat dan juga soal kontekstual.
Untuk no 12 13 14 menunjukkan soal yang sulit, banyak siswa yang tidak menjawab dengan baik dan bahkan tidak dijawab. Alasan yang disampaikan siswa yaitu waktu yang kurang dan juga kurangnya latihan soal soal hots dalam bentuk soal kontekstual. Selain itu kesulitan soal yang membuat siswa tidak mendaptkan ide untuk mengerjakan. Menanggapi hal diatas, saya harus sbanya melatih siswa untuk tipe soal kontekstual tidak hanya untuk mendapatkan nilai bagus tetapi juga kebermanfaatan materi.
Bersyukur
1. Ilmu baru
Tentu saja dapat ilmu baru, karena banyak belajar, mendengar, membaca dari diklat maupun eksplor sendiri. Semakin kita belajar semakin banyak kita tahu
2. Semangat baru
Liburan ya liburan, sesibuk apapun luangkan waktu untuk berlibur menghilangkan penat dan mengembalikan kreativitas
3. Tanggungjawab terselesaikan
Mau dimanapun, kapanpun, tanggungjawab ya harus selesai. Mau liburan berminggu minggu kalau ada amanah ya harus diselesaikan. Jadi sebenarnya liburan adalah waktu yg tepat untuk menyelesaikan hal hal yang tidak bisa terselesaikan saat dikantor. Banyak hal yang bisa dilakukan
4. Selflove
Gak tahu lagi, memang banyak hal yg bisa dilakukan saat liburan, diluar dari pekerjaan saya bisa melakukan hobi saya merakit gundam, mendengar musik, jalan2.
5. Siap untuk menyambut pertengahan semester.......
Halo hari senin, saya datangggggg
YUK REFLEKSI,,,
APAKAH KITA SUDAH MENJADI GURU YANG BAIK? APAKAH KITA SUDAH MENJALANI NILAI-NILAI KODE ETIK? APAKAH KITA SUDAH DISIPLIN, ADIL, PROFESIONAL ...
-
Senang sekali bisa melihat, membaca, merasapi karya teman-teman saat KBM dikelas. Ada yang main-main, ada yang menggunakan m...
-
Eh baru beberapa menit yang lalu ketemu, tapi kita bertemu lagi. Karena ilmunya masih anget nih, jadi saya tulis sekarang saja. Kita mulai p...
-
Libur telah usai, libur telah usai hmmmm. Saatnya kembali ke rutinitas. Setelah kemarin kita studi banding sekaligus jalan-jalan, saatnya na...

