Jumat, 30 September 2022
Refleksi liburan
DIKLAT 40 JP (MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA)
REFLEKSI
- Apa yang didapat dalam 40Jp? banyak ilmu yang didapat dalam diklat 40JP (5 hari)
- mengenal kurikulum merdeka
- mendalami dimensi dan tema Profil pelajar pancasila
- mem-breakdown CP ke ATP dan tujuan pembelajaran
- perencanaan sampai tahap aksi dalam projek penguatan profil pelajar pancasila
- bagaimana membuat bahan ajar, ppt, video yang menarik untuk siswa
- membuat/memodifikasi modul ajar
- syarat minimal struktur dari modul ajar
- mendalami komponen dari modul ajar seperti pertanyaan pemantik, pemahaman bermakna, asesmen.
- Apa yang paling menarik? Jelaskan
- Apa yang paling membosankan? Apa penyebabnya
- Langkah apa yang akan diambil weekend ini?
- Rencana apa yang akan dijalankan untuk siswa/sekolah semester ini?
- Jika Anda menilai diri sendiri. Nilai tertinggi 10 yaitu Anda merasa terinspirasi dan mendapatkan inti dari workshop yang ada. Sedangkakan angka 1 adalah Anda merasa tidak mengerti dan tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Berapa nilai Anda? jelaskan
Sabtu, 24 September 2022
:)
Masih belajar, masih terus berkembang, memang kadang hasilnya kurang terlihat tapi percayalah small steps are also progress. Menjadi seorang pendidik bukanlah sesuatu yang mudah bagiku. Tidak hanya fokus pada penyampaian materi, transfer pengetahuan, tetapi bagaimana membentuk karakter siswa yang baik pula. Membuat nyaman, mungkin itu yang saya lakukan pertama. Dengan membuat nyaman, pembelajaran akan lebih hidup dan mereka bisa "nurut". Akankah berhasil? Tentu kita coba semua cara yang bisa dilakukan untuk mencapai pembelajaran yang baik dan mendidik. Nyaman- berarti saling menghargai, merasa aman, merasa senang, tidak ada tekanan. Jika mereka sudah tidak nyaman kepada kita, apapun cara kita dalam mengajar hasilnya tidak akan makimal.
Apa yang bisa dilakukan untuk "nyaman"? Mengamati dan memahami siswa
Pembelajaran yang menyenangkan juga diperlukan untuk menambah motivasi belajar. Tetapi bukankah pembelajaran menyenangkan juga dipengaruhi oleh pembawaan guru yang menyenangkan pula? Menurut saya iya, itulah mengapa "nyaman" perlu diciptakan antara siswa dan guru. Dalam setengah semester ini saya belajar banyak mengenai membuat nyaman siswa dengan memahami dan bagaimana mengendalikan mereka. Sulit, gak bisa, selalu terlintas. Namun dengan belajar dan mencoba, kita akan tahu jawabannya. Banyak input yang didapat dalam semester ini seperti pengendalian kelas, dari kebersihan, metode, kesadaran dan lain sebagainya. Bisa menjadi bekal kami untuk menjadi pendidik yang baik untuk siswa.
Untuk persiapan tengah semester berikutnya, saya mencoba untuk menerapkan metode yang lebih menyenangkan agar semua termotivasi dalam belajar. Kita tahu math itu abstrak, jadi sebagai guru dan pendidik harus bisa bagaimana mencari cara agar sesuatu yang abstrak itu menjadi mudah untuk dipahami. Saya juga selalu tepat waktu dalam memulai pembelajaran dan itu akan terus saya lakukan untuk memberi contoh kepada siswa bahwa tepat waktu adalah kunci kelancaraan semua hal. Dan bisa menjadi karakter baik. Mungkin yang bisa saya garis bawahi adalah tidak memulangkan siswa walaupun masih 5 menit. Taat waktu, komitmen waktu itu yang utama.
Untuk masalah idola dalam dunia pendidikan, jujur saya tidak punya idola. Yang terus saya lakukan sekarang adalah bertanggungjawab dengan apa yang dikerjakan dan juga melakukan segala sesuatu dengan hati. Terus belajar pastinya. Berharapnya, saya bisa berkontribusi untuk dunia pendidikan, dengan small step dulu seperti menjadi pendidik yang bener bener "bener" . karena generasi muda sekarang adalah penerus bangsa. Jadi sebagai pendidik lah kita dapat mencetak generasi yang berkarakter untuk meneruskan kehidupan bangsa ini :)
Kamis, 15 September 2022
FREEDOM WRITER
Guru yang tulus dan sangat luarbiasa. Itulah kalimat yang cocok untuk bu Erin "Freedom Writer 2007". Tak pantang menyerah, terus dan terus yakin bahwa yang dikatakan orang "tidak berguna" suatu saat akan menjadi "berlian" yang membuat semua orang terkagum-kagum.
Benar saja. Usaha yang tak mudah, sampai mengorbankan apapun berbuah manis. Sangat Manis.
Bu Erin, guru baru yang mungkin tidak tahu apa-apa mengenai kondisi lingkungan barunya langsung dihadapkan dengan kondisi kelas yang luarbiasa. Namun luarbiasa dalam konotasi negatif. Kelas penuh dengan kebencian, perkelahian karena isu rasisme. Saling serang untuk membuktikan ras yang paling benar dan kuat katanya.
Kaget? Pasti kaget. Bu Erin yang seorang guru baru harus dihadapkan dengan persoalan seperti itu. Tak kehabisan akal bu Erin memikirkan cara untuk mengatasi hal-hal seperti itu, seperti memberikan pengertian kepada mereka, memberikan contoh konkret, dan membuat mereka merasakan apa dampak yang dilakukan jika perkelahian, dendam, kebencian tetap mereka pertahankan. Tak semudah membalikkan telapak tangan untuk "mengubah" mereka. Bu Erin menerapkan beberapa strategi yang bisa diterapkan seperti study tour dan juga menulis jurnal diri. Tak ada dukungan internal dan juga ditentang menjadi tantangan bu Erin, Tetapi bu Eri tetap kokoh untuk menjadikan mereka "berlian" dengan meminta dukungan eksternal sekolah.
Senin, 12 September 2022
LEAN ON ME
Joe Clark, banyak hal yang bisa diambil dari tokoh ini. Seorang kepala sekolah yang mampu mengubah sekolah "bobrok" menjadi sekolah "baik". Langkah cepat diambilnya unuk mempertahankan eksistensi sekolah yang dipimpin.
1. Berani, melakukan segala sesuatu dengan berani dengan pertimbangan menyelamatkan masa depan siswa disekolahnya. Joe Clark sangat cepat mengambil keputusan awal yaitu membasmi pembuat masalah di sekolahnya. Walaupun banyak protes atas keputusannya itu, Joe Clark tetap menghadap kedepan karena fokusnya adalah masadepan siswanya
2. Tegas dan mendidik, Joe bertemu Sam (salah satu siswa yang dikeluarkan). Sam memohon untuk tidak dikeluarkan. Dengan menggunakan data (catatan sekolah Sam), Joe tetap mengeluarkannya. Karena kelakuan Sam itu dapat menghancurkan masa depannya dan orang lain. Joe menanyakan kesalahan sam (Walaupun sebenarnya Joe sudah megetahuinya), dan Sam menjawab "menghisap ganja". Tahu apa yang dilakukan Joe kepada Sam? Joe meminta sam melompat gedung. Sam tak mau karena ia tahu kalau melompat gedung dirinya akan mati. Itulah yang diajarkan Joe, Sam akan sama-sama mati jika melompat gedung atau menghisap ganja, cuma waktunya yang berbeda cepat atau lambat.
3. Kepemimpinan yang tepat, mungkin banyak orang beranggapan bahwa Joe adalah pemimpin yang otokratis yaitu pemimpin yang semua perintahnya harus dituruti. Tetapi pemimpin gaya seperti ini juga tidak hanya tahu memerintah saja tetapi memberikan rumusan masalah dan juga solusi sehingga bawahan tinggal langsung menjalankan saja. Mungkin Joe memilih model kepemimpinan ini karena kondisi sekolah yang kritis dan cepat diselamatkan. Mungkin kalau Joe lebih memilih gaya yang lebih demokratis, dampaknya akan terasa lama dirasakan.
4. Memotivasi dan disenangi, tak hanya fokus akan hasil saja, Joe melihat langsung proses dari siswa dan juga memotivasinya. Memberikan semangat, dorongan, agar mereka yang sedang berjuang merasa diberi penguatan dan saling memiliki. Di ending film, Joe terkena kasus pelanggaran kode etik pengamana, semua siswa berkumpul mendukung Joe, karena mereka tahu apa saja yang dilakukan Joe adalah untuk mereka.
:)
Jumat, 09 September 2022
Semoga tersemogakan
Perjuangan yang tak singkat. Berbulan-bulan. Berlembar-lembar untuk mendapatkan 1 lembar "ijin" itu. Asing, baru, tak tahu apa-apa, belajar lagi, baca lagi, selalu mewarnai proses berbulan-bulan itu. Keliling-keliling, cari-cari, edit-edit, buat-buat adalah bagian proses dari lembaran yang banyak itu.
Akhirnya sidang dimulai. Waktu sudah ditentukan. Kami menyiapkan segala sesuatu untuk mendapatkan nilai atas dari lembaran mereka. Yaps, dokumen, personil, sarana prasarana, kami siapkan sedemikian rupa agar memenuhi yang diinginkan mereka.
Pagi sekali kami datang, untuk mengecek hal-hal kecil seperti membersihkan papan tulis yang kotor, persiapan dokumen, persiapan jamuan dll. Sudah sangat siap kami, siap sekali. Namun, ternyata waktu yang telah ditentukan mereka sendiri dilanggar sendiri. MOLOR kata orang. Tak perlu mengeluh tak perlu memperlihatkan kekecewaan kami siap melayani mereka.
Mereka datang......
Saya dan rekan saya bertanggung jawab pada isi proposal, dari kurikulum, proses pembelajaran, sampai ke perangkat ajar. Lengkap secara administrasi katanya. Wah senang sekali, perjuangan berbulan-bulan membuat tumpukan lembaran itu terbayar lunas. Masukan-masukan tetap kami terima. Kami menjawab sesuai apa yang kami pelajari dan buat pada proposal. Masih banyak kekurangan? Kami berusaha melengkapi semua.
Setelah mereka memotret semua, mereka memberikan feedback kepada kami, nyaman katanya, bagus katanya, kurang dikit sana sini katanya, dan yang membuat perdebatan adalah luas tanah. Bukankah sekolah yag terpenting SDMnya? Fasilitas akan melengkapinya....Terus luas lahan buat apa? Entahlah...
Kami sudah memcoba memberikan yang terbaik, tapi ada beberapa hal kecil yang bisa kami perbaiki kedepannya seperti menyalakan lampu, menyiapkan ruang dengan jauh lebih baik lagi, dan mencoba berani mengutarakan kalau mereka mungkin ada miss miss dalam memotret. Masih belajar
semoga mendapatkan hasil maksimal
Semoga yang disemogakan tersemogakan
Minggu, 04 September 2022
KEKANAKAN
sedikit sensitif, banyak marahnya hahahha
sedikit dewasa, banyak kekanakannya, hahhaha
yang sering dikatakan orang. Aku hanya senyum-senyum sendiri karena benar juga kata mereka.
Mungkin orang itu sedikit berbeda tetapi banyak samanya juga. Jadi pemikiran orang seharusnya sedikit banyak pasti sama bukan? Tahu baik buruk pastinya.
Tapi mungkin caranya saja yang berbeda.
Tapi jika tak menyukai cara seseorang apakah salah? Apalagi sudah menggangu diri.
Tapi niatnya baik. Terus gimana?
Apakah harus membiasakan diri walaupun mengganggu stabilitas diri?
ENTAH... WAKTU SAJA NANTI YANG MENJAWAB
YUK REFLEKSI,,,
APAKAH KITA SUDAH MENJADI GURU YANG BAIK? APAKAH KITA SUDAH MENJALANI NILAI-NILAI KODE ETIK? APAKAH KITA SUDAH DISIPLIN, ADIL, PROFESIONAL ...
-
Senang sekali bisa melihat, membaca, merasapi karya teman-teman saat KBM dikelas. Ada yang main-main, ada yang menggunakan m...
-
Eh baru beberapa menit yang lalu ketemu, tapi kita bertemu lagi. Karena ilmunya masih anget nih, jadi saya tulis sekarang saja. Kita mulai p...
-
Libur telah usai, libur telah usai hmmmm. Saatnya kembali ke rutinitas. Setelah kemarin kita studi banding sekaligus jalan-jalan, saatnya na...