Kamis, 06 Oktober 2022

MEMAKAN KORBAN

Kapolda Jatim Bapak Irjen Pol Nico Afinta mengemukakan kronologi kerusuhan yang terjadi dilaga Arema vs Persebaya (Dikutip CNN Indonesia).

-Berawal dari kekecewaan penonton yaitu aremania karena tim kesayangan yang tidak pernah kalah sebelumnya dikandang sendiri tetapi pada tanggal 1 Oktober kenyataan berkata lain. Arema kalah dari Persebaya. Hal itulah yang membuat penonton turun ke lapangan untuk menyambangi pemain Arema dan official kenapa bisa kalah. Petugas berusaha untuk antisipasi sampai mengeluarkan gas air mata karena sudah anarkis, karena sudah menyerang petugas dan merusak mobil.  Karena efek dari gas air mata, penonton bergerombol dan bergerak ke titik yang sama sehingga terjadi penumpukkan. Karena penunpukkan itulah yang menyebabkan sesak napas dan juga sampai kematian yang berjumlah ratusan orang yang terdiri dari penonton dan juga aparat kepolisisan.


Channel Garuda pictures juga mengungkapkan kronologi kerusuhan Kanjuruhan dari sumber penonton yang ada saat kejadian:

"Ada beberapa alasan tragedi ; a)supporter arema masuk lapangan dengan merusak pagar, b)polisi kebingungan karena banyaknya orang yang mencoba masuk, c) polisi berniat membubarkan dengan gas air mata.  Banyak orang yang beranggapan bahwa gas air matalah yang membuat banyak korban. Sport time ID juga mengungkapkan bahwa adanya pelarangan penggunaan gas air mata dan juga senjata api di dalam stadion (untuk mengondisikan orang) berdasarkan regulasi FIFA. Fakta lain yaitu tidak hanya kerusuhan yang terjadi didalam stadiun, tetapi diluar stadiun juga. Para supporter melempar batu pada mobil polisi yang dinaiki oleh tim lawan yaitu Persebaya. Hal ini lah yang menyebabkan kompetisi liga 1 dihentikan sementara. 

____________________________________________________________

Kekalahan dalam pertandingan adalah hal yang ajar bukan? Apakah selamanya kita akan diatas? tanpa jatuh? tentu tidak, kekalahan/kesalahan adalah tahapan pertama untuk instropeksi diri, belajar dari kesalahan, apa yang perlu diperbaiki. Kecewa boleh tapi harus memperhatikan kenyamanan dan ketertiban orang lain. Tertib sangat perlu dibudayakan, supportif juga. itulah pentingnya pendidikan untuk menanamkan karakter baik .

Untuk aparat, apakah langkah yang diambil sesuai dengan prosedur? bukankah pengendalian massa menggunakan gas air mata adalah hal yang bertentangan dengan aturan FIFA? entahlah. Apabila langkah yang diambil salah maka akan merugikan banyak orang bahkan merenggut nyawa orang. NYAWA, bukan hal sepele. Berita akan perlahan tenggelam, tapi hati keluarga yang ditinggalkan akan perih  melihat sepakbola. Ratusan orang meninggal, ratusan harapan juga hilang. Semoga yang ditinggalkan juga diberikan ketabahan dan kelapangan dada.

berita dimana-mana, bahkan diluar negeri. Mencoreng sepak bola indonesia. Sanksi juga kan turun. Semoga menjadi pembelajaran semua.

7 komentar:

  1. Bagaimana cara mendidik para siswa kita agar dapat supportif?

    BalasHapus
  2. Pendidikan karakter sejak dini harus di maksimalkan

    BalasHapus
  3. Ambil hikmah atas kejadian ini, semoga yang terakhir

    BalasHapus
  4. semoga anak-anak yang kita didik bisa menjauhi kejadian hal serupa

    BalasHapus
  5. Mari bersama-sama membangun karakter anak ya Pak. Bismillah

    BalasHapus
  6. itulah kelemahan dari sepakbola kita dan sekaligus aparat kita

    BalasHapus
  7. Semoga persepakbolaan Indonesia semakin berkembang setelah ada insiden ini

    BalasHapus

YUK REFLEKSI,,,

 APAKAH KITA SUDAH MENJADI GURU YANG BAIK? APAKAH KITA SUDAH MENJALANI NILAI-NILAI KODE ETIK? APAKAH KITA SUDAH DISIPLIN, ADIL, PROFESIONAL ...