Rabu, 06 Juli 2022

Realistic Mathematics Education

 

Sering kali kita mendengar,  Apa mata pelajaran yang tidak disukai? "Matematika"; Kenapa? "Sulit"

Apa yang membuat mereka menjawab matematika sebagai mata pelajaran yang tidak sukai bahkan merasa matematika sesuatu hal yang sulit. Mengapa demikian? Bukankah matematika adalah ilmu dasar dalam kehidupan? Semua elemen kehidupan memiliki hubungan erat dengan matematika. Ekonomi, arsitektur bahkan astronomi menggunakan matematika.

Sebagai guru, saya harus terus merenungi hal seperti ini. Terus belajar agar mendapatkan solusi untuk menghilangkan stigma bahwa matematika itu sulit. Matematika merupakan sesuatu hal yang abstrak. Jika kita memberikan sesuatu yang abstrak tanpa dialami sendiri oleh siswa, akan sulit sekali dipahami. Diperlukan pendekatan yang tepat untuk menjadi solusi hal ini. Mungkin hasil riset yang telah saya lakukan, saya bisa menyarankan pendekatan matematika yang sesuai yaitu Pendekatan Matematika Realistik Indonesia.

Pendekatan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang berfokus pada pemahaman konsep mulai dari kontekstual menuju hal yang lebih abstrak. PMRI memiliki 5 karakteristik utama yaitu 1) the use of context; 2) the use of model; 3) student contribution; 4) interactivity; 5) intertwinment. PMRI memungkinkan menggunakan kearifan lokal sebagai kontek untuk menjadi starting point dalam mempelajari materi matematika. Penggunaan PMRI tidak hanya memahami materi matematika tetapi juga sebagai upaya pengenalan dan menumbuhkan rasa cinta kearifan lokal Indonesia.

Apa dan Bagaimana pembelajaran menggunakan PMRI? teman-teman bisa cek salah satu artikel saya dibawah ini:

Pembelajaran Sudut menggunakan konteks rumah adat joglo

https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1322944.pdf

:) 


2 komentar:

  1. matematika bagiku mudah, karena jawaban pasti. dan dapat meningkatkan logika

    BalasHapus

YUK REFLEKSI,,,

 APAKAH KITA SUDAH MENJADI GURU YANG BAIK? APAKAH KITA SUDAH MENJALANI NILAI-NILAI KODE ETIK? APAKAH KITA SUDAH DISIPLIN, ADIL, PROFESIONAL ...